Selasa, 23 Mei 2017

Orang Lain

Beberapa bulan belakangan serasa menjadi orang lain. 
Banyak hal yang terjadi dan berlalu seperti bukan diri sendiri. 
Begitu banyak hal baru, indah namun bukan hal yang sesungguhnya.
Dunia impian yang begitu indah.
Namun aku tersentak dengan kedatangan seseorang yang menyadarkanku bahwa siapa aku dan aku bukanlah siapa-siapa di matanya.
Mungkin memang begitu siklusnya. Kita akan merasa tak berharga pada seseorang yang tak mengganggap kita. Dan akhirnya kita mencari cara untuk menemukan perhatian.
Sebaliknya perhatian yang banyak seketika memudar ketika kau tau bahwa itu tak berujung.

dan akhirnya aku kembali pulang...
Karena orang yang tak kukenal pasti.
karena janji yang pernah aku ucapkan.
dan biarlah ini menjadi lembar cerita hariku yang lalu.

Kamis, 31 Desember 2015

A new beginning

Adakah sebuah cara menghentikan waktu? Ingin rasanya waktu berhenti ketika bahagia ini begitu terasa. Awal tahun baru dengan orang-orang yang kucintai. Dengan tawa dan senyuman tampa henti...
Biarlah kenikmatan ini kusesap sebentar❤️
Terima kasih Tuhan, kuasaMu begitu besar..
Terima kasih sudah memberi begitu banyak cinta dan kebahagian dalam hidup ini

Rabu, 21 Oktober 2015

Hai, si wanita kelana

Bukan mudah memaparkan senyum ketika hati mulai terluka. Aku dan senja merah yang mengantarmu pulang sore itu kian memudar. Berganti malam-malam panjang dengan penantian yang menyertainya.
Belum mengerti apa yang ada di dalam kepalamu saat kau sunggingkan senyum itu. Belum siapkah? Atau memang tidak cintakah?
Aku memang tak pandai mengenal wanita. Terutama wanita seperti dirimu, dengan senyum yang selalu menghiasi wajahmu saat berbincang denganku.
Katakan berapa kurangnya aku sehingga akan kutambah hingga cukup.
Katakan harus apa aku sehingga akan kulakukan hingga kau percaya.
Percaya jika aku memang pantas.
Percaya jika aku memang bisa.
Bisa bersamamu..
Namun memang dunia kelana itu inginmu, biarlah aku menjadi persinggahanmu.
Agar tiada pernah ada sepi hidupmu :)

Kamis, 10 September 2015

Fallin' in love at a coffee shop

I think that possibly, maybe I'm falling for you
Yes there's a chance that I've fallen quite hard over you.
I've seen the paths that your eyes wander down
I want to come too

I think that possibly, maybe I'm falling for you

No one understands me quite like you do
Through all of the shadowy corners of me

I never knew just what it was about this old coffee shop
I love so much
All of the while I never knew
I never knew just what it was about this old coffee shop
I love so much
All of the while I never knew

I think that possibly, maybe I'm falling for you
Yes there's a chance that I've fallen quite hard over you.
I've seen the waters that make your eyes shine
Now I'm shining too

Because oh because
I've fallen quite hard over you

If I didn't know you, I'd rather not know
If I couldn't have you, I'd rather be alone

I never knew just what it was about this old coffee shop
I love so much
All of the while I never knew
I never knew just what it was about this old coffee shop
I love so much
All of the while, I never knew

All of the while, all of the while,
it was you

Sabtu, 20 Juni 2015

Miss a moment

Sangat merindukan waktu untuk diri sendiri.. Rasanya sudah lama sekali tidak berlibur atau nge-mall. 
But life goes on. There's no big thing i want reach in this world. I just wanna a simple life like what supposed to be.
Yeah, really scare to have a big dream because i dont want hurt so much😊

Senin, 06 April 2015

Rindu remaja

Rindu sekali rasanya membaca postingan-postingan lalu yang saya tulis. Saya merasa membaca karya yang bukan saya tulis. Rasanya setiap kata dan kalimat benar-benar membuat hati saya bergetar.
Mungkin bukan sebuah karya indah namun dalam setiap cerita saya menemukan sesosok rindu yang bersembunyi dalam diri saya. Entah rindu pada apa dan siapa.
Disinilah saya pada akhirnya menemukan jati diri dan diri saya yang sebenarnya. Yang mungkin tidak orang tau.
Mungkin saya tindu rumah
Dan rindu pada masa saya tak perlu khawatir tentang apapun
Juga rindu pada masa saya disiapkan semua hal oleh ibu saya
Benar-benar,
 saya bukan lagi setahun dua tahun menikah
Saya juga bukan hanya memiliki satu anak tetapi dua
Tapi saya tidak pernah merasa dewasa di depan ibu saya
Saya hanya benar-benar rindu menjadi remaja dan dipeluk manja
Tidakkah waktu dapat diam sebentar dan menunggu saya untuk bernapas
Saya rasanya belum siap untuk menjadi dewasa.
Serasa itu bukan saya yang sebenarnya