Hari ini bukan hari yang baik. Diawali dengan dompet kosong karena kemaren ATM rusak, ditambah mood untuk pergi ke kantor yang setengah-setengah, juga hampir keserempet mobil waktu akan bayar air di PDAM. Fiuhhh... (menghela napas panjang).
Memang bukan hari yang baik. Sekarang kepala rasanya pusing yang berlebihan. Entah karena apa. Akhir-akhir ini aku sering sakit kepala, terlalu banyak berpikir mungkin. Pagi hari terkadang aku diare padahal tidak salah makan. Aku diare bisa karena salah makan bisa juga karena stres. Mungkinkah aku ini terkena penyakit yang namanya "ketidaksadaran stres?" atau mungkin aku sedang mengalami fase itu.
Bila dilihat dari namanya memang sedikit ganjil ya? ya itu aku ciptakan namanya sendiri, tentu saja ganjil. I'm not a doctor. Fase ini mungkin saja adalah fase ketika seseorang tidak sadar kalau dirinya sedang mengalami stres. terlalu banyak yang ia pikirkan, sering melamun sampai ia sendiri lupa memikirkan apa.
Lucu juga kalau dipikir, apa ada ya penyakit seperti itu???
Aku memang sedang dalam fase abnormal saat ini. Sebenarnya aku mulai stres dengan thesisku.
Oke, aku kan bercerita dari awal.
Aku mengambil kuliah lagi Jurusan Magister Ekonomi Pembangunan, yang sekarang namanya diubah menjadi Magister Ilmu Ekonomi. Aku memulai kuliah pada Tahun 2009 (setelah Lulus S1 Langsung kuliah lagi) dan saat itu aku sedang hamil. Sekarang aku sedang menyelesaikan, baiklah lebih tepatnya sedang berkonsentrasi untuk tetap berusaha dan fokus untuk menyelesaikan THESISku. Aku mengambil Judul "Analisis Ekonomi Pengembangan Bendungan Poh Santen di Desa Poh Santen Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana". Kalo dipikir-pikir ini salahku juga mengambil thesis yang rada keteknik-teknikan. Sekarang susah sendiri jadinya. Berpikir lebih lanjut sebenarnya thesis ini bisa saja selesai kalau kita ada NIAT NIAT dan NIAT. Aku sedang berusaha mencari temanku yang bernama "NIAT" itu.
Ya begitulah, sampai akhirnya aku tau kalau salah satu temanku akan maju sidang dan teman-teman lainnya sudah mulai seminar. hooooiiiiiiiiiiiiiiiiiii....................... aku so down down down................................
Lalu aku mulai sakit kepala lagi dan lagi.
Apa aku memang sedang mengalami fase itu??
Selain masalah itu aku juga memikirkan hal-hal lain, aku memikirkan hal-hal lain tentunya. Namanya juga ibu rumah tangga merangkap pegawai merangkap mahasiswa dan merangkap jiwa muda yang belum hilang. Hahahaha....................
Susah rasanya, kadang aku marah pada diri sendiri kalau aku membeli baju atau anting hanya karena suka, sedangkan esoknya aku bingung karena tak ada uang untuk beli ayam cincang dan bahan sup anakku. Juga tak bisa membuatkan suamikua masakan yang berdaging ria.
Lucu sekaligus sedih rasanya ketika ia bilang "Aku bosan makan telur"
lalu aku harus masak apa? coba beri tau apa yang murah tapi enak? tidak ada kan?
Tulisan ini ya memang full curhat ya, tujuannya untuk mengurangi bahkan kalu bisa menyembuhkan penyakit ketidaksadaran stres itu. Hati-hati, penyakit ini bisa menimpa setiap orang, apalagi gaya hidup jaman sekarang yang mulai berubah dengan tingkat ekonomi masyarakat yang begitu-begitu saja. Maka dari itu, kita sebagai masyarakat Indonesia (Cieeeeeeee....) dan sebagai manusia seutuhnya harus tetap semangat untuk bertahan hidup. Yang penting makan 3 kali sehari ya sudah untung. Tetap semangat, Guys....
Senin, 12 September 2011
Kamis, 01 September 2011
Perubahan
Lihat kami...
Foto ini diambil pada dua tempat dan waktu berbeda. Foto pertama (kiri) diambil pada tahun 2009 ketika kami masih sama-sama kuliah. Perjalana kuliah yang menyenangkan, teman-teman yang bersahabat, suasana kampus yang (ups) okelah.
Foto kedua diambil kemarin (31 Ags 2011). Terlihat nyaris tak ada yang berubah, masih sama-sama kuliah (iis nyusul ya). Bedanya kami sama-sama lanjut S2, walaupun beda-beda.
Lucu rasanya setelah berpisah lalu jalan-jalan lagi layaknya anak muda. memang masih muda sebenarnya... Namun ada yang berbeda, ada yang berubah.
ya, inilah yang berubah....
Kini salah satu dari kami sudah menikah dan memiliki bayi imut ini,, bukan baby lagi, tepatnya batita (udah mulai gede). Akulah dia. Akulah si wanita yang menikah paling pertama di antara kami. Aku tidak sedih, tidak juga menyesal menikah muda. Kami semua juga satu persatu akan mengalaminya, hanya masalah waktu saja.
Terkadang perubahan memang sulit, jalan-jalan tidak se'bebas' saat kita masih sendiri. Namun "girls time" itu penting juga buat refreshing. Yang penting tau batas aja kan...
Ya begitulah.
Itu saja
Bahagia rasanya bisa tetap menjadi diri sendiri walau keadaan telah berubah.
NB: thanks buat fotografernya ya (baca: ayu wahyundari)
Rabu, 31 Agustus 2011
Malaikat itu masih ada
hari ini aku bertanya apa itu hitam,
Kata mereka hitam itu gelap
Lalu aku bertanya bagaiman itu gelap
Kata mereka gelap itu saat kita tak dapat melihat
Lalu aku berjalan entah itu utara atau selatan
"apa ini gelap?' aku bertanya
"bukan, kau masih dapat melihat" bisik seseorang
Aku lanjut berjalan lagi.
Melangkah pelan menujua arah yang tak kutahu
Langkahku terhenti ketika aku bingung. aku tak dapat melihat apa-apa
Aku ingin teriak, tapi siapa yang akan menjawab?
"inikah gelap?"bisikku pelan. Tak ada yang menyahut.
Tangisku mulai pecah, langkahku mulai cepat dan akhirnya aku berlari pelan.
"Inikah hitam, Tuhan? Aku takut" aku berkata
masih tak ada sahutan.
Lama-lama aku mulai pasrah dan menerima keadaan, dalam gelap aku pejamkan mata,
bertahan dan kemudian muncullah titik terang itu.
Suara kokok ayam menyertai pagi ini..
"apa tadi itu gelap?"aku mencoba bertanya lagi
"Ya, inilah hidup"
aku tersenyum, aku bahagia malaikat itu masih ada.
Ia hanya diam karena ia tau aku masih kuat.
Ia tak menyahut karena ia tau aku bisa.
Namun ia masih ada, melindungiku ketika aku lelah...
Ia hanya membiarkanku mampu menghadapinya dengan caraku sendiri
Membiarkanku kuat untuk bisa melangkah sendiri.
Minggu, 28 Agustus 2011
sebuah ramalan kartu tarot
"saya ingin bertanya tentang asmara saya" kataku pada peramal tarot di depannya.Sang peramal mengerutkan kening, tersenyum pelan dan menyerahkan tumpukan kartu tarot yang ia pegang ke arah gadis itu.
"kocok sampai kau rasa cukup" katanya pelan.Aku mengocok kartu itu perlahan sambil menggigit bibir. Entah kartu apa yang akan keluar nanti, aku berharap bagus. Aku benar-benar ingin tau apa yang dikatakan kartu tarot tentang hubunganku dengan pacarku. Hubungan kami memang sudah lebih dari dua tahun, namun tetap saja aku belum bisa percaya penuh padanya. oke, aku hanya ingiun tau. toh cuma ramalan, iya kan?
Kuserahkan tumpukan kartu-kartu itu kembali pada peramal di depanku. 'Aku berharap banyak'pikirku.
Ia mula menjejerkan kartu-kartu itu dan meramal nasibku, not so bad...
"Baik pertanyaan terakhir" katanya
"asmara"jawabku pendekIa membuka kartu tekarkhir yang begitu mengejutkan.
Ya. kartu DEATH. Entah apa maksudnya, aku sungguh tak mengerti.
"Apa maksudnya?" aku bertanya pelan, malam itu terasa semakin kelam dengan munculnya kartu ini.
"Aku dulu pernah meramal diriku sendiri, dan aku putus dengan pacarku"ungkapnya.***
"kamu percaya hal itu??" pacarku marah besar ketika aku menceritakan tentang ramalan tarot itu.
"Bukan begitu, aku cuma takut" kataku
"tak usah takut jodoh itu Tuhan yang atur, ramalan itu dibaca manusia dan bisa saja salah" katanya
"iya"jawabku.Sejak hari itu aku berusaha untuk tidak mempercayai ramalan. hal yang bisa kulakukan hanya berdoa dan menjalani apa yang harusnya terjadi, pasrah istilahnya. . . terbukti ramalan tadi tidak sepenuhnya benar, ada hal-hal yang harus dipercaya ada juga tidak.
Satu catatan yang harus dicetak tebal adalah bahwa jalan hidup kita yang menentukan, hidup itu pilihan.
NB : Percayakan hidup kita pada Tuhan, berbuatlah yang baik untuk mendapat hasil yang baik. I believe in karma
Rabu, 24 Agustus 2011
kerinduan di malam itu
Malam itu adalah malam ketika suatu pesta diadakan di suatu tempat. Pesta yang berbeda pada satu tempat yang sama. Para lelaki asik dengan minumannya dan wanita-wanita sibuk dengan cerita masing-masing.
Malam semakin larut, anak-anak harus pulang, mereka telah lelah bermain, sudah saatnya mereka tisur.
"Kau pulang duluan saja, nanti aku menyusul" kata seorang pria pada wanita pendek di depannya. Wanita itu hanya menatap kosong dan mengiyakan pelan. Laki-laki itu menatapnya lagi, seolah mengisyaratkan bahwa ia akan baik-baik saja. Seolah berkata 'tenang saja, aku aman dan akan pulang dengan selamat'.
Laki-laki lain dengan candaannya menghampiri wanita itu dan berkata "Malam ini kau akan kesepian dulu, ha ha ha" ungkapnya. wanita itu membalas tegas "haha, mungkin nanti akan ada yang lain menemaniku" ia membalas canda pria tadi, menutupi resah hatinya sembari menatap takut ke arah pria pertama.
Lagi-lagi ia menatap pria pertama. Tatap mata dibalas tatap mata, seolah mereka punya telepati untuk berkomunikasi. Seperti mereka sedang berkata:
Wanita : jangan pulang larut, aku khawatir
Pria : Kau tenang saja, aku akan baik-baik saja dan tidak akan macam-macam
Akhirnya mereka berpisah dalam malam.
Masih terngiang dalam benak sang wanita tatapan pria itu..
Ia rindu, rindu sekali tatapan itu.
Tatapan yang muncul sesekali
tatapan yang ada ketika sang pria mabuk...
wanita itu tersenyum sendiri mengingatnya terus menerus..
'Aku rindu saat kau mabuk' batinnya
Karena pada saat itulah ia merasakan betapa besar cinta sang pria terhadapnya.
Lucu memang, terkadang seseorang menunjukkan sifat aslinya ketika ia dikuasai minuman keras.
Ia menikmati malam itu, mengenang segurat senyum yang sempat tersirat di bibir pria itu,
Pria yang dicintainya.
Mantan pacarnya...
hahahaha,,,, ia, pasangan hidupnya kini..........
Selasa, 23 Agustus 2011
satu kata buat kamu sayang, maaf ya...
Hi my only one reader.....
Jangan marah aku nulis2 di blog ini ya...
Semua cuma luapan sesaat aja...
mungkin inilah proses kehidupan.
kita tak selalu di atas, juga tak selalu di bawah
Kau punya masalahmu, aku juga punya masalahku
Jangan marah aku begini,,,
Aku sedang berperang dengan diriku dan ini ternyata sangan sulit
Aku tau bagaimana rasamu dulu
Aku mengerti mengapa kau begitu
Tolong support aku
Jangan anggap aku sampah menjijikkan yang harus disingkirkan
Aku hanya manusia biasa yang penuh kekurangan
Beginilah hidup, mungkin kau akan mengalaminya suatu saat nanti,
kita tak akan pernah tau..
seandainya hidup kita yang mengatur
memang hidup adalah pilihan,, namun kadang sulit memilih antara kebahagiaan dan kebenaran
kadang sulit juga memilih antara kebenaran dan kebaikan.
Masih belum sadar juga ini buat kamu??
Hai my lovely sister, I'm in life process now
ini akan berakhir suatu hari nanti, bahkan mungkin tak lama lagi
Tapi ini benar-benar butuh proses
Proses ini memerlukan waktu
Biarlah aku terbang sebentar,
aku janji akan kembali dan melepas sayap kecil yang menghiasi pundakku kini
Jangan marah aku nulis2 di blog ini ya...
Semua cuma luapan sesaat aja...
mungkin inilah proses kehidupan.
kita tak selalu di atas, juga tak selalu di bawah
Kau punya masalahmu, aku juga punya masalahku
Jangan marah aku begini,,,
Aku sedang berperang dengan diriku dan ini ternyata sangan sulit
Aku tau bagaimana rasamu dulu
Aku mengerti mengapa kau begitu
Tolong support aku
Jangan anggap aku sampah menjijikkan yang harus disingkirkan
Aku hanya manusia biasa yang penuh kekurangan
Beginilah hidup, mungkin kau akan mengalaminya suatu saat nanti,
kita tak akan pernah tau..
seandainya hidup kita yang mengatur
memang hidup adalah pilihan,, namun kadang sulit memilih antara kebahagiaan dan kebenaran
kadang sulit juga memilih antara kebenaran dan kebaikan.
Masih belum sadar juga ini buat kamu??
Hai my lovely sister, I'm in life process now
ini akan berakhir suatu hari nanti, bahkan mungkin tak lama lagi
Tapi ini benar-benar butuh proses
Proses ini memerlukan waktu
Biarlah aku terbang sebentar,
aku janji akan kembali dan melepas sayap kecil yang menghiasi pundakku kini
kosong
Tempat yang terasa asing
Ruang yang terlihat berbeda
Lorong itu seperti bukan lorong yang biasa terlewati
Hiruk pikuk tiada disana
canda tawapun hilang ditelan waktu
Sepi...
Biasanya terdengar gelak tawa disana
Biasanya ada hal yang ingin dilihat
Biasanya ada hal yang ditunggu....
dinanti...
rasanya ingin teriak dalam sepi
melepas kunci pada bibir ini
rasanya ingin berlari
melepas ikatan pada kaki-kaki ini
apa mata ini sebaiknya terpejam saja
menatap mimpi malam itu
menatap senja di malam hari
hingga akhirnya pagi datang
merenggut malam
Langganan:
Postingan (Atom)




