Senin, 10 Oktober 2011

Tak tersentuh

Lama tak menyentuhmu, Blog...
Mulai dari tak sempat membelikan di modem pulsa, paket Blackberry full servis yang tetap tak dapat menjangkaumu sampai kegiatan thesisku yang mulai hidup..
saat aku menulis waktu menunjukkan pukul 3.04 dini hari dan aku belum selesai mengerjakan revisiku.
what a day lah hari ini,,,
Menunggu dosen hampir seharian dengan waktu bimbingan nyaris satu setengah jam full, dengan pakaian seragam pula.. Ah, hari yang melelahkan, untungnya hasilnya bikin senyum-senyum sendiri, walaupun harus begadang semalam suntuk agar revisi bisa selesai besok...
Sebenarnya aku sedang menulis "abstrak"... namun susah sekali menemukan ide dan kata-kata untuk merangkainya. berbeda dengan menulismu, rasanya aku menulis bahkan tanpa berpikir menggunakan otakku. Jemariku seolah telah mengetahui tugasnya untuk menekan tombol-tombol ini dan urutan-urutan yang benar. aku seolah tak perlu mengaturnya lagi...
ahh... aku lelah,,,
Kadang terlintas dibenakku, mengapa aku berlari secepat ini, apa yang kukejar?
Sebuah kebanggaan? untuk apa? apa itu akan membuatku bahagia?
Aku berlari begitu cepat tanpa melihat tiap detail tubuhku yang menua,
Aku seolah selalu ingin terlihat mampu tanpa melihat kemampuanku yang standar...

Jika boleh aku meminta, aku mohon, tutupilah Kebodohanku 2 hari akan datang itu,
Lancarkanlah hari itu.

wahai blog tak tersentuh,,, sabarlah hingga 2 minggu kedepan, lalu mari kita mengulas kisah kembali...
(mmm.... mulai ada ide deh...)


Selasa, 04 Oktober 2011

Tentang Waktu dan Hujan

Ada apa dengan hujan? Mengapa ia membuat suasana begitu kelabu? Hujan... Tiap kali ia datang selalu saja memunculkan perasaan aneh yang belum dapat kudeskripsikan. Ia seolah membuat otakku berhenti sesaat sebelum mulai bekerja lebih keras dari sebelumnya. Belum lagi rasa sesak yang datang bersamaan dengan tubuh yang diam. Diam tak bergerak namun pikiran tetap berlari-lari liar menembus waktu. 
'Hujan yang dingin' pikirku. Aku bahkan belum sempat memesan secangkir kopi hangat atau coklat panas untuk menghangatkan tubuh. Aku menengok keluar jendela. Titik-titik air kini mulai membasahi jendela seolah ingin menerobos masuk dan mengusikku. 
Aku mulai membayangkan bila aku adalah seorang remaja yang menginjak masa puber, bermain hujan dengan kekasih di sebuah taman bunga. kemudian kami saling mengejar satu sama lain, bercanda bermesraan tanpa ada yang perduli, karena semua takut hujan. Aku juga membayangkan ketika kami berteduh di sebuah emperan toko yang sudah tutup, saling meneduhi satu sama lain namun terlambat karena kami sudah basah. Lalu pulang berjingkat pelan karena hari sudah malam.
Namun yang terjadi hanyalah aku yang terduduk diam dengan laptop menyala dan jejaring sosial yang terbuka. Banyak orang yang suka hujan. Mereka menulis status-status tentang hujan, hujan meneduhi hati mereka, katanya. namun lebih banyak lagi yang memaki hujan karena ia menghambat aktivitas dan merusak dandanan siang itu.
Aku masih kokoh dengan perasaan benciku pada hujan. Entah apa salahnya, akupun belum mengerti mengapa hujan memberi efek begitu kuat pada diriku. Aku melirik arlojiku. Belum waktunya pulang. 'Huufffftttt' aku mendesah pelan. Suasana semacam ini benar-benar membuatku muak. Aku hanya ingin melarikan mobilku pulang dan bergelut dengan bantal dan selimut tebal. Mungkin ditemani secangkir coklat hangat, dvd 'pride and prejudice' dan sekotak tisu tentunya. Lalu menangis sendiri karena ending story yang begitu menyedihkan, mengharukan dan mengesankan. Aku masih mengingat bagaimana tanganku kesemutan karena menyaksikan Mr. Darcy menggenggam tangan Elizabet Bennet ketika membantunya naik kereta. Juga saat mereka berpisah ditengah hujan, saling memaki dibalik rasa cinta. Lamunanku terlalu jauh. Aku membiarkannya terbang terlalu tinggi.  Dengan sayap palsu transparan yang hanya terlihat ketika senja datang.
Aku tersadar ketika seorang teman menyodorkan sebuah berkas yang harus kukerjakan. Suasana masih mendung diluar sana, namun hanya rintik yang tertinggal. Aku kembali pada aktivitasku, dengan jari-jariku yang menari liar pada deretan tombol-tombol huruf di depanku.  Berharap sangat hari itu akan cepat berlalu.

Senin, 03 Oktober 2011

Menulis itu Hobi Kami

Telling story time!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Nah sekarang saatnya bercerita... cerita tentang aku aku aku lagi,, mudah-mudahan nggak bosan ya.
Kali ini aku akan bercerita tentang aku dan saudariku yang punya hobi bisa dibilang sama. Nyanyi,  nonton, baca, jalan-jalan, shopping, narsis-narsisan. Hihihii,,, narsis-narsisan itu mungkin hobi semua cewek ya. Kami suka pergi karaoke berdua ataupun dengan teman-teman, nyanyi gila2an seperti orang-orang kebanyakan. Mumpung suara kami bisa didenger juga, ya nggak fals-fals amat lah. Kalo masalah film, kami masih satu tipe sih, suka film bergenre drama terutama kalo endingnya bikin nangis senangis-nangisnya (makin nangis pointnya makin tinggi). Buku-buku yang kami baca juga hampir sama, cuma memang aku lebih malas membaca topik-topik berat. Kadang aku bertanya dulu padanya "bagus enggak bukunya", kalo dijawab ga terlalu atau lumayan sudah pasti OUT dari daftar tunggu.  Nah, kalo suka baca biasanya suka nulis juga. Menulis itu hobi kami dari kecil. Dimulai dari menulis diary, curhat-curhat ngawur masalah patah hati bla bla bla. 
Lucu rasanya, suatu ketika aku menemukan diary-diary lamaku yang dari SD, SMP, SMA sampai kuliah masih rapih. Tulisan-tulisan di dalamnya tentu agak berantakan, maklum menulisanya sesuai mood saat itu. Kalau lagi rapih berarti ceritanya tentang kebahagiaan, sebaliknya kalau seperti ceker ayam ya sudah jelas pasti sedang marah atau sedih bahkan bisa juga sedang patah hati. Ditambah tinta-tinta yang melobor karena air mata (melankolis banget cyiiiiiiiiiinnnn....).



Ini beberapa diary-diaryku yang kutemukan, dan ada beberapa yang entah ada dimana. Banyak cerita yang tersimpan disana. Mulai dari cinta pertama, kedua, ketiga dan lanjutan.-lanjutannya. Aku sendiri terpingkal-pingkal membacanya. Tulisan-tulisankua yang masih lugu. Lugu sekali. Mulai dari menyebut diriku "aku" juga "wulan" bisa juga "ulan" bahkan "gue". ahahahahhahahahahahaha....... Benar-benar kenangan yang indah, lucu, dan menarik. 






























Jumat, 30 September 2011

Cepat Pulang!

Aku suka menulis, suka juga membaca. Salah satu favoritku adalah membaca kisah-kisah kehidupan seseorang yang diceritakan seolah nyata hingga aku dapat merasakan apa yang mereka rasakan. Aku kerap membuka blog-blog dan catatan orang-orang di dunia maya ini. Banyak sekali yang pandai menulis, aku bahkan terkaget-kaget mengetahui bahwa penulis yang baik tak harus berkaca mata ataupun orang sastra. Aku menemukan beberapa orang yang di luar terlihat biasa saja, tak pandai menulis, namun ternyata tulisannya keren.
Akhir-akhir ini aku memang sering menulis, seolah menulis itu adalah kewajiban yang harus aku lakukan. Sebenarnya aku sedang fokus dengan hal lain yang lebih penting, tapi tangan ini lho, selalu mengarahkan si tikus elektronik ke arah modem, menyalakannya dan search BLOG!!! hahahahah,,, sepertinya yang harus kusembunyikan itu modemku ya, buang jauh-jauh selagi hal penting lain belum terselesaikan (baca:thesis).
Menulis membantu menghilangkan kejenuhan, membuatku serasa menjadi siapa saja yang aku inginkan. Sering kali aku menggambarkan orang lain dan menceritakannya seolah itu aku. Lucu rasanya, menebak-nebak apa yang mereka pikirkan, alami dan rasakan saat itu.

Saat ini aku benar-benar merindukan tulisan dari saudari kembarku. Ia sedang prajabatan selama 3 minggu. Tukang culikku hilang sesaat, tapi pulang pasti dengan oleh-olehnya kan.
Terkadang dengan membaca tulisannya aku ikut merasakan apa yg ia rasakan, aku suka caranya menggambarkan sesuatu. Suka sekali. Cepat pulang ya, menulis lagi... aku haus, haus akan tulisan-tulisanmu.

NB : semoga bacanya pas masih di Surabaya ya

Kamis, 29 September 2011

Agnes Monica - Rindu

Selalu saja. Tiap lagu yang dinyanyikan Agnes Monica pasti suka. Ia adalah penyanyi wanita favorit saya. Dari album terdahulu yang berjudul "Bilang Saja" atau "cinta di ujung jalan" dan lagu-lagu lainnya, semua saya suka. Saya takkan pernah bosan dengan lagu-lagu yang ia nyanyikan. Agnes ohh Agnes, You look so perfect. Dari twit-twitnya yang selalu berterima kasih pada Tuhan nya. Sya kagum, walau terkenal ia tetap dapat bersyukur. Satu lagu terakhir yang juga membuat saya sangat-sangat hanyut.... Rindu. Sayangnya videonya baru ditanyangkan perdana siang ini jadi belum dapat saya posting kesini. Tak apalah, ini cukup menggantikan :)

Teruslah berkarya, we love You!

Rabu, 28 September 2011

Seharusnya dulu di Kelas SOS!!!

    Penat rasanya harus menulis hal-hal berbau ilmiah.  Beberap kali aku menahan diri untuk tidak menulis di sini. Sama-sama menulis sebenarnya. Membuat thesis itu sebenarnya layaknya menceritakan kehidupan suatu masalah yang nantinya akan ditemukan pemecahan dari masalah itu. Butuh konsentrasi penuh dan suasana mendukung dalam penulisan thesis, tergantung judul yang diambil sebenarnya.
Hari lalu aku meminta tolong ayahku karena perhitungan dataku tidak layak, maksudnya tidak memenuhi standar kelayakan investasi (Thesisku tentang kelayakan proyek). Banyak yang salah hitung, yang harusnya jutaan aku buat ribuan, hasil per ton aku masukkan harga per kg...
Fatal sekali...
Hal-hal kecil yang fatal dalam perhitungan. Sampai kali terakhir aku salah hitung ayahku berkata:
     " Seharusnya dulu kau Kelas Sosial "
Ahh... sebodoh itu ya? Bukan bodoh sebenarnya, CEROBOH!!!
ya bagaimana lagi, memang begitu adanya..
Aku tak diam saja dikatakan demikian, aku bilang saja:
      " Ekonomi memang termasuk di Kelas Sos" kataku membela diri
Yaampun bisa-bisanya aku berkata begitu sampai mendapat sahutan :
      " Ya berhitung itu tugasnya ekonomi, bagaimana bisa menghitung laba rugi, penghasilan petani"
Baiklah, lagi-lagi memang ayahku benar.
Apa memang begitu ya? Seharusnya dulu aku masuk di Kelas Sosial saja tanpa ada pelajaran menghitung.
Mungkin saja ya...
Tidak usah dipikir...


NB : curi-curi waktu blogging nihhh....

Selasa, 27 September 2011

Patung atau Badut ?

Tutup saja matamu, maka kau tak akan melihat
Tutup telingamu, maka kau tak akan mendengar
Jangan lupa tutup mulutmu, maka kau tak akan berbicara
begitulah caranya menjadi patung

Patung yang kaku
Tidak bergerak
Tidak bernapas
Kaku
Kokoh
Keras
Mudah kan menjadi patung?
Tidak harus berusaha menjaga penampilan
Tidak harus berusaha terlihat baik
Tidak harus berusaha terlihat bahagia


Berbeda dengan badut
Ia harus berusaha tampil lucu
Ia harus berusaha terlihat ceria
Membuat orang tertawa
Pura-pura bahagia dibalik kesedihan
bersembunyi di balik topeng kefanaan





sekarang kau pilih patung atau badut?
aku memilih patung
lebih mudah bagiku dengan diam